Bahan Kimia Air Limbah

Bahan Kimia Air Limbah

Bahan kimia yang digunakan untuk pengolahan air bersih umumnya juga diperlukan untuk pengolahan air limbah. Hal yang sangat penting diperhatikan adalah, pemilihan bahan kimia sebaiknya dilakukan dengan jar test. Jenis bahan kimia, dosis, maupun kondisi operasi dapat berbeda antara limbah yang satu dengan lainnya. Di samping bahan kimia sebagaimana yang digunakan untuk pengolahan air bersih, ada beberapa bahan kimia yang khusus digunakan untuk pengolahan air limbah, antara lain: Heavy metal precipitant Antifoam Nutrient untuk proses mikrobiologis Sodium bisulfite. Heavy metal precipitant (TRISTA HMP) merupakan chemical khusus, yang dapat memastikan kadar logam berat di dalam air buangan memenuhi baku mutu yang berlaku. Senyawa ini dapat mengendapkan semua logam, dalam suasana asam, netral, maupun basa. Dapat mengendapkan logam yang terikat dengan chellant maupun yang terikat dalam senyawa...

read more

Bahan Kimia Boiler

Bahan Kimia Boiler

Steam merupakan bahan yang sangat banyak digunakan, baik sebagai pemanas maupun pembangkit tenaga. Air diubah menjadi steam di dalam boiler. Sejak awal digunakan, pengoperasian boiler selalu menghadapi dua masalah besar: pembentukan scale dan korosi. Di dalam boiler, sebagian besar air akan diuapkan, sehingga konsentrasi mineral yang ada di dalamnya akan naik, dan dapat melampaui batas kelarutannya. Bila tanpa treatment, mineral tersebut akan membentuk lapisan keras pada tube, yang disebut scale. Scale inhibitor diformulasikan untuk mengikat mineral yang mengendap, sehingga menjadi sludge yang tidak menempel pada tube. Sludge ini dapat dibuang saat blow down. Oksigen, pada suhu tinggi sangat korosif terhadap logam. Sekalipun sudah menggunakan deaerator, oksigen di dalam air tidak dapat dihilangkan 100%. Karena suhu yang sangat tinggi, sekalipun kadarnya sangat rendah, oksigen sangat berbahaya. Oxygen scavenger perlu ditambahkan ke dalam air boiler untuk mengikat oksigen dan mencegah korosi. Pada mulanya oxygen scavenger umumnya menggunakan senyawa sulfite untuk boiler tekanan rendah, dan hydrazine untuk boiler tekanan tinggi. Karena sangat beracun dan bersifat carcinogenic, hydrazine sudah dilarang di banyak negara. Untuk boiler tekanan tinggi, PT TIRTA AMERTA LESTARI menawarkan produk berbasin DEHA (Diethylhydroxylamine), yang memiliki semua keunggulan hydrazine, namun jauh lebih aman. Mineral di dalam air banyak yang berupa garam carbonate atau bicarbonate. Di dalam boiler (pada suhu tinggi), senyawa ini akan pecah menjadi CO2, yang akan terbawa dalam steam. Saat steam mengembun sebagai condensate, CO2 akan kembali terlarut, membentuk carbonic acid. Itulah yang menyebabkan condensate umumnya asam (pH sering antara 4 – 5). Menaikkan pH air umpan boiler sama sekali tidak akan mempengaruhi pH condensate. Condensate yang bersifat asam menimbulkan banyak masalah. Korosi terjadi baik pada alat perpindahan panas maupun pada jalur steam. Di samping merusak alat dan pipa, korosi ini menyebabkan air condensate tidak dapat digunakan kembali. Kerugian tidak hanya kerusakan alat, tetapi juga meningkatkan konsumsi air dan bahan bakar. PT TIRTA AMERTA LESTARI menyediakan chemical untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Chemical yang kami sediakan untuk air boiler dan perawatan boiler antara lain adalah: Sulfite based oxygen scavenger DEHA based oxygen scavenger Phospate based scale inhibitor Non phosphate scale inhibitor All organic scale inhibitor Neutralizing amine Condensate polishing amine New boiler cleaner...

read more

Bahan Kimia Air Pendingin

Bahan Kimia Air Pendingin

Air merupakan media pendingin yang paling banyak digunakan. Dalam proses pendinginan, air akan menerima panas, sehingga harus didinginkan kembali (misalnya dengan cooling tower). Proses pemanasan dan pendinginan air ini akan menyebabkan naiknya kadar mineral di dalam air (karena sebagian air menguap). Satu saat, kadar mineral akan melampaui batas kelarutannya, dan menimbulkan kerak. Air pendingin juga mengandung oksigen, terutama setelah melewati cooling tower, air akan jenuh dengan oksigen. Alat-alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas umumnya dibuat dari logam (terutama besi). Oksigen yang terkandung dalam air akan mempercepat poses korosi. Air juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikrobia. Air pendingin, terutama yang didinginkan kembali dengan cooling tower, sangat rentan terhadap pertumbuhan mikrobia. Mikrobia (terutama algae), di samping merupakan masalah tersendiri karena mengganggu proses pendinginan air dalam cooling tower, juga manambah masalah karena mempercepat proses korosi maupun pembentukan kerak. Bahan kimia yang diperlukan untuk treatment air pendingin, yang disediakan PT Tirta Amerta Lestari antara lain adalah: Scale & corrosion inhibitor untuk air cooling tower Scale & corrosion inhibitor untuk air chiller Non oxydizing biocide untuk cooling tower Oxydizing biocide untuk cooling tower Biocide untuk...

read more

Penyaringan Lumpur

Penyaringan Lumpur

Di dalam peraturan mengenai pengolahan air limbah dinyatakan bahwa lumpur hasil pengolahan air limbah, tidak tergantung jenis limbahnya maupun jenis pengolahannya, digolongkan sebagai limbah B3. Baik pengolahan primer maupun pengolahan sekunder akan menghasilkan lumpur. Karena digolongkan sebagai limbah B3, maka lumpur ini harus ditangani oleh fihak yang memiliki jin dan alat khusus untuk pengolahan limbah B3. Karena mahalnya pembuangan limbah B3, maka kita perlu mengurangi jumlahnya secara efektif. Proses yang umum dilakukan terhadap lumpur adalah penyaringan. Alat yang paling banyak digunakan untuk penyaringan lumpur adalah filter press dan belt press. Filter Press merupakan alat yang beroperasi secara Batch. Proses dimulai dengan kondisi filter kosong, dan lumpur dipompa melewati filter tersebut. Tekanan operasi filter umumnya sekitar 5-7 bar. Padatan akan tertahan pada kain filter, sementara air akan mengalir keluar. Setelah kain filter penuh, filter Press dibuka, dan padatan dikeluarkan dari filter. Selama proses filtrasi, tidak ada bagian filter yang bergerak, maka secara mekanis alat ini lebih sederhana, sehingga perawatan dan pengoperasiannya paling mudah. Kadar air di dalam padatan pada filter Press ini adalah yang paling rendah, dibanding sistem dewatering yang lain. Belt Press umumnya digunakan apabila lumpur yang harus diproses cukup banyak. Alat ini beroperasi secara kontinu. Selama proses filtrasi, lumpur dipompa melewati filter, air dan padatan terus menerus keluar dari filter. Proses filtrasi dilakukan pada permukaan bel yang terus...

read more

Pengolahan Primer

Pengolahan Primer

Pengolahan primer (primary treatment) dilakukan dengan proses kimia-fisika. Tahapan proses dan kondisi operasi pengolahan primer tergantung pada karakteristik air limbah. Proses pengolahan primer yang baik akan menghasilkan air limbah yang jernih, netral, dan tidak mengandung logam berat. Proses yang umum untuk pengolahan primer ini terdiri atas: Proses pengendapan/ presipitasi Koagulasi-flokulasi Sedimentasi/ floatasi Proses pengendapan/ presipitasi harus dilakukan apabila ada bahan berbahaya terlarut, yang dapat diendapkan dengan penambahan kimia tertentu. Pengolahan logam (plating, galvanizing,izin pickling, dll.) selalu menghasilkan limbah yang mengandung logam berat terlarut. Logam tersebut pada umumnya diendapkan sebagai hidroksida. Beberapa jenis logam (seperti Pb, campuran Ni dan Cr) tidak dapat diendapkan secara efektif sebagai hidroksida. Pada kondisi ini, penggunaan bahan kimia khusus diperlukan. Koagulasi dan flokulasi dilakukan untuk mengikat partikel halus yang terdispersi di dalam air limbah menjadi partikel yang lebih besar, agar mudah dipisahkan dengan sedimentasi/ floatasi. Proses ini secara  prinsip tidak berbeda dengan proses pengolahan air bersih, namun pada umumnya memerlukan dosis bahan kimia yang lebih besar. Kotoran terdispersi dalam air dapat dipisahkan dengan cara sedimentasi atau diapungkan (floatasi). Apabila pengotor memilikikecenderungan untuk mengendap, pada umumnya proses sedimentasi lebih mudah, dan hasilnya lebih baik. Proses floatasi sebaiknya dilakukan terhadap pengotor yang memiliki kecenderungan untuk mengapung maupun melayang. Proses pengapungan ini dapat dibantu dengan mengikat partikel kotoran dengan gelembung udara, dalam alat yang disebut dissolved air flotation (DAF)....

read more

Penjernihan Air

Penjernihan Air

Proses penjernihan air dilakukan untuk memisahkan bahan-bahan yang terdispersi di dalam air. Proses ini umumnya dilakukan terhadap air permukaan (air sungai, danau, waduk), namun kadang-kadang air sumur juga memerlukan proses ini. Penjernihan dilakukan dilakukan dengan pengendapan. Untuk mempercepat pengendapan, partikel halus yang terdispersi di dalam air perlu diikat menjadi partikel yang lebih besar. Pengikatan partikel ini umumnya dilakukan dengan penambahan bahan kimia (proses ini dikenal sebagai proses koagulasi dan flokulasi). Proses selanjutnya adalah pemisahan kotoran padat dengan cara pengendapan. Saat ini proses pengendapan umumnya dilakukan dengan lamella (tube settler/ plat settler). Dengan sistem ini, area yang diperlukan untuk proses penjernihan lebih kecil, dan hasilnya lebih jernih. Setelah proses penjernihan, air dapat langsung digunakan atau diproses lebih lanjut, sesuai kebutuhan. Proses lanjutan yang paling banyak dilakukan adalah filtrasi dengan media...

read more
Translate »