Penyaringan Lumpur

Penyaringan Lumpur

Di dalam peraturan mengenai pengolahan air limbah dinyatakan bahwa lumpur hasil pengolahan air limbah, tidak tergantung jenis limbahnya maupun jenis pengolahannya, digolongkan sebagai limbah B3. Baik pengolahan primer maupun pengolahan sekunder akan menghasilkan lumpur. Karena digolongkan sebagai limbah B3, maka lumpur ini harus ditangani oleh fihak yang memiliki jin dan alat khusus untuk pengolahan limbah B3. Karena mahalnya pembuangan limbah B3, maka kita perlu mengurangi jumlahnya secara efektif. Proses yang umum dilakukan terhadap lumpur adalah penyaringan. Alat yang paling banyak digunakan untuk penyaringan lumpur adalah filter press dan belt press.

Filter Press merupakan alat yang beroperasi secara Batch.

Proses dimulai dengan kondisi filter kosong, dan lumpur dipompa melewati filter tersebut. Tekanan operasi filter umumnya sekitar 5-7 bar. Padatan akan tertahan pada kain filter, sementara air akan mengalir keluar. Setelah kain filter penuh, filter Press dibuka, dan padatan dikeluarkan dari filter. Selama proses filtrasi, tidak ada bagian filter yang bergerak, maka secara mekanis alat ini lebih sederhana, sehingga perawatan dan pengoperasiannya paling mudah. Kadar air di dalam padatan pada filter Press ini adalah yang paling rendah, dibanding sistem dewatering yang lain.

Belt Press umumnya digunakan apabila lumpur yang harus diproses cukup banyak. Alat ini beroperasi secara kontinu. Selama proses filtrasi, lumpur dipompa melewati filter, air dan padatan terus menerus keluar dari filter. Proses filtrasi dilakukan pada permukaan bel yang terus berputar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »